Kamis, 23 Oktober 2014

Web Design

web design adalah seni dan proses dalam menciptakan halaman web tunggal atau keseluruhan dan bisa melibatkan estetika dan seluk-beluk mekanis dari suatu operasi situs web walaupun yang utama memusatkan pada look dan feel dari situs web tersebut. Sebagian dari aspek yang mungkin tercakup pada Web design atau produksi web adalah menciptakan animasi dan grafik, pemilihan warna, pemilihan font, desain navigasi, menciptakan isi, HTML/XML authoring, JavaScript programming, dan pengembangan e-commerce. Web design adalah suatu format penerbitan elektronik.
Estetika berasal dari bahasa Yunani aisthesis, yang kemudian dipopulerkan oleh Alexander Gottlieb Baumgarten (1714-1762) dengan nama aesthetica. Secara sederhana estetika dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan keindahan. Estetika mempengaruhi kenyamanan pengguna secara visual karena karya seni yang memenuhi nilai-nilai estetika akan tampak lebih indah dan mudah dicerna.
Web design yang penuh keterbatasan mengakibatkan karya-karya yang tercipta pada akhirnya memiliki banyak persamaan. Warna, layout, tipografi, dan navigasi seringkali sama satu sama lain akibat keterbatasan tersebut. Oleh sebab itu wajar jika dalam hal ini Web design saling menginspirasi, walau tetap ada batasannya. Masing-masing karya akan diinterpretasikan lain oleh masing-masing orang. Dari sebuah karya yang menjadi inspirasi mungkin akan dihasilkan banyak karya baru yang lebih indah dan lebih baik. Roland Barthez (1977) menyatakan bahwa “Tidak ada karya manusia yang benar-benar asli. Tiap karya akan selalu berulang. Yang ada adalah pencampuran dan penggabungan dari karya-karya yang telah ada.”
Mood adalah dasar dari sebuah desain untuk memberikan pesan kepada pengunjung mengenai perasaan dari situs tersebut. Tampilan situs bisa membawa ke masa lalu, masa kini, atau ke masa mendatang. Juga bisa membawa rasa sedih, gembira/ceria, dan Iain-lain. Beberapa elemen dalam situs yang mengekspresikan mood ditampilkan melalui warna, teks, layout, gambar/grafis, dan efek-efek pendukung lainnya. Mengenali target audien, tema, dan tujuan dari sebuah situs adalah langkah awal yang baik untuk menentukan mood dari sebuah situs.
Agar penyusunan halaman web lebih efektif, kita harus menentukan tujuan penyusunan halaman web itu dan mendefinisikannya secara jelas. Tulis semua alasan yang mendasari penyusunan halaman web itu. Selanjutnya kita harus memiliki satu hal yang menarik (content) untuk disampaikan ataupun didiskusikan. Semakin menarik dan unik konten itu semakin baik. Hal terakhir, buatlah sedemikian rupa sehingga para pengunjung dirayu dan ditantang untuk kembali lagi ke halaman web kita. Kebanyakan orang enggan untuk kembali ke halaman web yang mem-bosankan/tidak menarik, download time yang lama, dan yang memiliki sistem navigasi yang membingungkan.
Kita harus memenuhi beberapa hal agar dapat membuat halaman-halaman web yang efektif, di antaranya adalah membuat halaman-halaman web yang sesuai dengan standar HTML dan sekaligus sesuai dengan ketertarikan pengunjung.

3 komentar: