“SEJARAH MAKAM SYEKH HASAN
SADZALI
REJENU”
Awal mula keberadaan makam Syeh
Khasan Sadzali tidak diketahui oleh warga sekitar,dan sebelumnya makam itu
sudah ada sekitar abad ke-8 yaitu masa sebelum masa walisongo. Menurut warga
sekitar, pada tahun 1920 ada seorang dari negara irak yang mencari keberadaan
makam Syeh Khasan Sadzali Menurut narasumber orang tersebut masih bersaudara
dengan Syeh Khasan Sadzali dan beliau ingin mencari keberadaannya. Beliau
mencari ke Indonesia dengan membawa tanah dari irak untuk di cocokkan dengan
tanah di makam Syeh Khasan Sadzali. Beliau melalang Buana mulai daerah Jawa
Barat yang meliputi Banten, Cirebon, kemudian menuju Demak Jawa Tengah dan
Beliau sampai di Kudus. Setelah itu, beliau bertemu dengan Mbah Nashir, dan saudara
dari Syeh Khasan Sadzali bertanya kepada Mbah Nasir tentang keberadaan makam
Syeh Khasan Sadzali. Mbah Nasir menunjukkan tempat tinggal Mbah Rozi yang
berada di Desa Japan. Sesampainya di Desa Japan, Saudara dari Syeh Khasan
Sadzali beserta Mbah Rozi Menuju ke Rejenu untuk melihat makam.
Sebelum sampai tempat tujuan, di daearah air terjun terdapat tanda-tanda keberadaan adanya makam Syeh Khasan Sadzali [Saudara dari Orang Irak]. Beberapa saat kemudian sampailah saudara Syeh Khasan Sadzali dan Mbah Rozi di makam tersebut. Ternyata, makam itu benar-benar makam dari Syaihk Khasan Sadzali. Hal itu di ketahui setelah saudara Syeh Khasan Sadzali mencocokkan tanah yang di bawanya dari Negara Irak.
Setelah terbukti bahwa makam itu adalah makam Syeh Khasan Sadzali, kemudian saudara Syeh Khasan Sadzali membersihkan dan memberi kepunden untuk menandai makam tersebut dan lama kelamaan makam itu di ziarahi oleh warga sekitar. Di tahun 1991 di bangunlah bangunan pada makam Syeh Khasan Sadzali agar para peziarah dapat merasa nyaman saat berziarah. Tak jauh dai makam Syeh Khasan Sadzali terdapat mushola yang biasa si gunakan untuk kegiatan keagamaan.
Di sebelah barat mushola, kira-kira 50 meter dari makam Syeh Khasan Sadzali terdapat tiga mata air yang rasanya berbeda-beda. Masyarakat menyebutnya dengan mata air tiga rasa. Menurut warga setempat, air tersebut digunakan untuk berwudhu Syeh Khasan Sadzali semasa hidupnya.
Menurut narasumber, mata air itu ada namanya masing-masing yaitu:
Sebelum sampai tempat tujuan, di daearah air terjun terdapat tanda-tanda keberadaan adanya makam Syeh Khasan Sadzali [Saudara dari Orang Irak]. Beberapa saat kemudian sampailah saudara Syeh Khasan Sadzali dan Mbah Rozi di makam tersebut. Ternyata, makam itu benar-benar makam dari Syaihk Khasan Sadzali. Hal itu di ketahui setelah saudara Syeh Khasan Sadzali mencocokkan tanah yang di bawanya dari Negara Irak.
Setelah terbukti bahwa makam itu adalah makam Syeh Khasan Sadzali, kemudian saudara Syeh Khasan Sadzali membersihkan dan memberi kepunden untuk menandai makam tersebut dan lama kelamaan makam itu di ziarahi oleh warga sekitar. Di tahun 1991 di bangunlah bangunan pada makam Syeh Khasan Sadzali agar para peziarah dapat merasa nyaman saat berziarah. Tak jauh dai makam Syeh Khasan Sadzali terdapat mushola yang biasa si gunakan untuk kegiatan keagamaan.
Di sebelah barat mushola, kira-kira 50 meter dari makam Syeh Khasan Sadzali terdapat tiga mata air yang rasanya berbeda-beda. Masyarakat menyebutnya dengan mata air tiga rasa. Menurut warga setempat, air tersebut digunakan untuk berwudhu Syeh Khasan Sadzali semasa hidupnya.
Menurut narasumber, mata air itu ada namanya masing-masing yaitu:
- Ma'ul Hayat yang berarti AIR KEHIDUPAN. Air ini berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.
- Ma'ul Dunya yang berarti AIR DUNIA yang berkhasiyat untuk berbagai kegiatan yang bersifat duniawi. Contoh : Ketika ingin mendirikan usaha, maka air ini disiramkan pada tempat yang akan dijadikan usaha.
- Ma'ul Ilmi yang berarti air untuk mencari ilmu. Air ini berkhasiyat untuk menjadikan seseorang menjadi lancar dan mendapatkan kesuksesan dalam pencarian ilmunya.
Menurut seorang petugas
makam, ketiga mata air ini banyak mengandung berbagai khasiyat dan manfaat.
Konon, Mata air ini pernah didatangi oleh santri yang berasal dari jawa timur
yang disuruh oleh Kyai-nya hanya untuk mengambil air tiga rasa tersebut. Mata
air ini pun tidak pernah kering walaupun saat musim kemarau.

joss
BalasHapus